Sebuah sudut pandang menarik dari Budi Doremi tentang cinta adalah, “ Kalau orang sedang jatuh cinta, cenderung terlalu lebay. Atau melebih-lebihkan.” Ini bisa terlihat dari berbagai kata yang diucapkan oleh seorang cowok pada cewek incarannya. Nah, pas udah jadian, mulai deh kelabakan saat muncul pertanyaan, “Kok kamu enggak kaya dulu lagi?”
Nah, lewat single 1,2,3,4,5,6 ini, Budi Doremi ingin bercerita tentang cinta yang sebenarnya sangat sederhana. Sesederhana lagu yang dibuatnya dalam nada sederhana, lirik sederhana namun penuh arti. “Bikin lagunya sih cepat, Cuma menuangkan ide-ide brillian dari kepala ini yang butuh waktu sampai dua bulan hingga lagu ini benar-benar sempurna.” Terang Budi lebih jauh.
Proses penuangan ide itu tak lain karena keinginan Budi untuk memberikan apa yang memang diinginkan atau diharapkan para penikmat lagunya. Kalau menurut kata-kata Budi begini bunyinya, “ Setiap orang ingin mendengarkan cerita yang ingin dia dengar. Atau sesuai dengan apa yang dia bayangkan. Itu yang bikin orang kadang bilang, lagu ini gue banget. Nah, sisi itu yang ingin selalu aku penuhi sebagai seorang pekerja seni.”
Budi Doremi memang punya kekuatan soal bermain-main dengan kata dan nada. Dalam lirik yang sederhana di lagu 1,2,3,4,5,6 ini, terkandung arti yang dalam. Karena diam-diam Budi memang bermain-main dengan kesusasteraan dalam lagu-lagu yang ditulisnya.
“Itu sudah merupakan keinginan saya sejak bertemu dengan musik. Saya selalu ingin lagu-lagu saya punya nilai kesusasteraan walaupun dalam bentuk yang paling sederhana. Karena itu yang menurut saya lama tak terlihat dalam lagu-lagu Indonesia.”
Semangat memberi apa yang diinginkan pendengar. Memberi keindahan dalam kesederhanaan. Itu yang membuat Budi Doremi percaya bahwa, dia memang sudah mencuri satu ruang di hati para penikmat musik di Indonesia.
Mari bernyanyi bersama Budi Doremi.








